Jumat, 08 Desember 2017

Pengertian IDS



Assalamu'alaikum

Kembali lagi bersama kami di blog Ilmu IT, kali ini kita akan memposting tentang apa itu IDS. jadi langsung aja gans.


PENGERTIAN IDS

     A. Apa itu IDS

        IDS (Intrusion Detection System) adalah perangkat atau software aplikasi yang memonitor suatu jaringan atau system untuk mendeteksi aktivitas jahat dan pelanggaran kebijakan. segala aktivitas atau pelanggaran kebijakan yang terdeteksi biasanya akan dilaporkan kepada administrator atau dikumpulkan secara terpusat menggunakan SIEM (Security Information and Event Management). IDS juaga merupakan teknologi keamanan jaringan yang awalnya dibangun untuk mendeteksi eksploitasi kerentanan terhadap aplikasi target atau komputer.

IDS hanya perlu mendeteksi ancaman dan karena itu ditempatkan di luar jaringan pada infrastruktur jaringan, yang berarti bahwa itu tidak berada dalam jalur komunikasi real-time yang sebenarnya antara pengirim dan penerima informasi.

Seperti yang dijelaskan, IDS juga merupakan perangkat pendengar saja. IDS memantau lalu lintas dan melaporkan hasilnya ke administrator, namun tidak dapat secara otomatis mengambil tindakan untuk mencegah eksploitasi yang terdeteksi dari mengambil alih sistem. Penyerang mampu mengeksploitasi kerentanan dengan sangat cepat begitu mereka memasuki jaringan, menjadikan IDS sebagai pengarsipan yang tidak memadai untuk perangkat pencegahan.

     B. Jenis - Jenis IDS

     1. NIDS (Network Intrusion Detection System) 
        
        IDS jenis ini ditempatkan disebuah tempat/ titik yang strategis atau sebuah titik didalam sebuah jaringan untuk melakukan pengawasan terhadap traffic yang menuju dan berasal dari semua alat-alat (devices) dalam jaringan. Idealnya semua traffic yang berasal dari luar dan dalam jaringan di lakukan di scan, namun cara ini dapat menyebabkan bottleneck yang mengganggu kecepatan akses di seluruh jaringan.
Hasil gambar untuk NIDS





      2. HIDS (Host Intrusion Detection System) 
          
          IDS tipe ini berjalan pada host yang berdiri sendiri atau perlengkapan dalam sebuah jaringan. Sebuah HIDS melakukan pengawasan terhadap paket-paket yang berasal dari dalam maupun dari luar hanya pada satu alat saja dan kemudian memberi peringatan kepada user atau administrator sistem jaringan akan adanya kegiatankegiatan yang mencurigakan yang terdeteksi oleh HIDS.










    3. Signature Based

       IDS yang berbasis pada signature akan melakukan pengawasan terhadap paket-paket dalam jaringan dan melakukan pembandingan terhadap paket-paket tersebut dengan basis data signature yang dimiliki oleh sistem IDS ini atau atribut yang dimiliki oleh percobaan serangan yang pernah diketahui. Cara ini hampir sama dengan cara kerja aplikasi antivirus dalam melakukan deteksi terhadap malware.





    4. Anomaly Based 

        IDS ini akan mengawasi traffic dalam jaringan dan melakukan perbandingan traffic yang terjadi dengan rata-rata traffic yang ada (stabil). Sistem akan melakukan identifikasi apa yang dimaksud dengan jaringan “normal” dalam jaringan tersebut, berapa banyak bandwidth yang biasanya digunakan di jaringan tersebut, protolkol apa yang digunakan, port-port dan alat-alat apa saja yang biasanya saling berhubungan









    5. Passive IDS 

        IDS jenis ini hanya berfungsi sebagai pendeteksi dan pemberi peringatan. Ketika traffic yang mencurigakan atau membahayakan terdeteksi oleh IDS maka IDS akan membangkitkan sistem pemberi peringatan yang dimiliki dan dikirimkan ke administrator atau user dan selanjutnya terserah kepada administrator apa tindakan yang akan dilakukan terhadap hasil laporan IDS.






    C. Tipe Dasar IDS

        · Rule-based systems : berdasarkan atas database dari tanda penyusupan atau serangan yang        telah dikenal. Jika IDS mencatat lalu lintas yang sesuai dengan database yang ada, maka langsung dikategorikan sebagai penyusupan. 

        · Adaptive systems: mempergunakan metode yang lebih canggih. tidak hanya berdasarkan database yang ada, tetapi juga membuka kemungkinan untuk mendeteksi terhadap bentuk-bentuk penyusupan yang baru. 

Bentuk yang sering digunakan untuk komputer secara umum adalah rule-based systems. pendekatan yang digunakan dalam rule-based systems ada 2, yaitu pendekatan pencegahan (preemptory) dan pendekatan reaksi (reactionary). Perbedaannya hanya masalah waktu saja. Pada pendekatan pencegahan, program pendeteksi penyusupan akan memperhatikan semua lalu lintaas jaringan. Jika ditemukan paket yang mencurigakan maka program akan melakukan tindakan yang perlu. Pada pendekatan reaksi, program pendeteksi penyusupan, hanya mengamati file log. Jika ditemukan paket yang mencurigakan program juga akan melakukan tindakan yang perlu.




 OK sekian dari kami jika ada kritik dan saran tolong sertakan di kolom komentar atau jika kalian ingin kami memposting tentang suatu hal silahkan beritahu kami di kolom komentar atau kirim saja via email

TERIMAKASIH

Troubleshooting pada physical layer



Halo semuanya

selamat datang di blog Ilmu IT, dipostingan kali ini kita akan membahas tentang "Troubleshooting pada physical layer". Nah sebelumnya apakah ada yang tau apa itu "Troubleshooting" ?


Troubleshooting adalah pencarian sumber masalah secara sistematis sehingga masalah tersebut dapat diselesaikan. Nah troubleshooting kali ini adalah troubleshooting pada bagian physical layer, bagaimana sih troubleshooting pada physical layer itu ? so langsung aja ya !!!!




A. APA ITU PHYSICAL LAYER

Physical layer adalah lapisan pertama dalam model referensi jaringan OSI (lapisan ini merupakan lapisan terendah) dari tujuh lapisan lainnya. Lapisan ini mendefinisikan antarmuka dan mekanisme untuk meletakkan bit-bit data di atas media jaringan (kabel, radio, atau cahaya). Selain itu, lapisan ini juga mendefinisikan tegangan listrik, arus listrik, modulasi, sinkronisasi antar bit, pengaktifan koneksi dan pemutusannya, dan beberapa karakteristik kelistrikan untuk media transmisi


B. FUNGSI PHYSICAL LAYER

Fungsi pertama dari physical layer adalah menjadi layer atau lapisan penghubung yang menghubungkan langsung sebuah jaringan komputer dengan perangkat keras jaringan komputer. Selain itu fungsi lainnya adalah melakukan defini terhadap transmisi jaringan.





C.TROUBLESHOOTING PADA PHYSICAL LAYER






Pada Physical layer ini erat kaitannya dengan konektivitas fisik dari perangkat jaringan. Lalu apa saja sih masalahnya ? ini beberapa masalah pada layer physical :
Daya perangkat dicabut
Koneksi jaringan kabel yang longgar
Kartu NIC rusak dll.


Physical Layer juga memiliki tujuan utama, seperti.

Menspesifikasikan standar untuk berinteraksi dengan media jaringan.
Menspesifikasikan kebutuhan media untuk jaringan.
Menetukan karakteristik kabel untuk menghubungkan komputer dengan jaringan.
Mentransfer dan menentukan bagaimana bit data dikodekan.
Format sinyal electrical untuk transmisi lewat media jaringan.


Untuk memecahkan masalah pada Layer physical, periksa dulu bahwa semua perangkat listrik telah menyala.Jika ada LED yang menampilkan status keterhubungan, memverifikasi dengan pelanggan bahwa mereka sedang menandakan secara benar. Secara visual memeriksa semua pemasangan kabel jaringan dan menyambung kembali kabel untuk memastikan koneksi yang benar. Jika masalahnya adalah dengan nirkabel, pastikan titik akses nirkabel operasional dan bahwa pengaturan nirkabel dikonfigurasi dengan benar.


Selain itu ada masalah jaringan pada layer physical.


masalah jaringan pada layer physical meliputi:


§ Performance lower than baseline – Alasan paling umum untuk kinerja lambat atau miskin termasuk kelebihan beban atau kurang bertenaga server, cocok switch atau router konfigurasi, kemacetan lalu lintas pada link berkapasitas rendah, dan hilangnya bingkai kronis.


§ Loss of Connectivity – Jika kabel atau perangkat gagal; gejala yang paling jelas adalah hilangnya konektivitas antara perangkat yang berkomunikasi melalui link yang atau dengan perangkat gagal atau antarmuka. Hal ini ditunjukkan dengan tes ping sederhana. Kehilangan akses dapat menunjukkan sambungan yang longgar atau teroksidasi.


§ Network bottlenecks or congestion – Jika router, interface, atau kabel gagal, protokol routing dapat mengarahkan lalu lintas ke rute lain yang tidak dirancang untuk membawa kapasitas tambahan. Hal ini dapat mengakibatkan kemacetan atau hambatan dalam bagian-bagian dari jaringan.


§ High CPU utillzation rates – tingkat pemanfaatan CPU yang tinggi merupakan gejala bahwa perangkat, seperti router, switch, atau server, beroperasi pada atau melebihi batas desain. Jika tidak ditangani dengan cepat, CPU overloading dapat menyebabkan perangkat untuk menutup atau gagal.


§ Console error messages – Pesan kesalahan dilaporkan pada konsol perangkat menunjukkan masalah layer fisik.






Ketika troubleshooting adalah suatu masalah, teknisi harus segera memberi tahu melewati setiap langkah, apa yang harus dicari, dan apa yang harus dilakukan Jika suatu kesalahan ditemukan, serta harus bisa memberikan suatu solusi agar masalah tersebut tidak terulang kembali atau setidaknya meminimalisir.






oke postingan kali ini semoga bermanfaat dan berguna bagi pembaca, dan kalo ada saran tentang apa yang harus saya bahas di blog ini kirim saja komentarnya ya nanti insya allah saya akan bahas.


Terimakasih






Sumber


http://www.yanuanda.id/2016/05/fungsi-physical-layer-jaringan-komputer.html


http://ahmadypia1.blogspot.co.id/2017/02/lapisan-lapisan-pada-layer-osi-serta.html


http://troubles88.blogspot.co.id/2015/11/troubleshooting-pada-physical-layer.html

Minggu, 19 November 2017

Troubleshooting pada Network Layer






Pengertian Network Layer ?

Network Layer merupakan layer yang bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, dan menjaga antrian trafik di jaringan. Data pada layer ini berbentuk paket.



Fungsi dari layer ini adalah :
harus bisa memberikan skema pengalamatan supaya bisa mengidentifikasi antara network dan host
men-enkapsulasi segment dari transport layer kedalam packet dan memberikan alamat dengan cara menambah header kedalam segment
mengirim packet melewati network ke host tujuan
men-dekapsulasi packet menjadi segment dengan cara menghilangkan header yang diberikan saat enkapsulasi dan memberikan kepada transport layer


Jaringan menjelaskan beberapa kumpulan dari piranti terhubung bersama-sama untuk berbagi informasi dan resources dan juga saling berkomunikasi. Secara fisik, jaringan-jaringan diidentifikasikan oleh segmen-segmen media transmisi dan juga oleh address-address jaringan.






Selain itu di dalam layer ini juga terdapat beberapa protokol yaitu :

IPv4
IPv6
IPX (Novell Internetwork Packet Exchange)
Apple Talk
Connectionless Network Service (CLNS/DECNet)


Network layer berfungsi untuk pengendalian operasi subnet. Masalah desain yang penting adalah bagaimana caranya menentukan route pengiriman paket dari sumber ke tujuannya. Route dapat didasarkan pada table statik yang “dihubungkan ke” network Route juga dapat ditentukan pada saat awal percakapan misalnya session terminal.





nah setelah kita tau apa itu network layer, sekarang kita akan membahas troubleshoot nya pada layer ini. Biasanya ada beberapa masalah pada network layer yaitu :

Router

Masalah yang pertama pada router mengapa ? karna Router adalah sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. nah permasalahan nya adalah :

Router Hang
Tidak bisa koneksi internet


solusinya adalah


restart router nya, mengapa? karna biasanya ini terjadi akibat dari banyak nya permintaan koneksi dalam waktu yang bersamaan.






2. Trouble pada Protocol


ini sering terjadi pada slot ISA karna penentuan harus dilakukan secara manual. salah satunya adalah ICMP (Internet Control Message Protocol) Protokol yang digunakan untuk membantu penanganan kesalahan (error handling) dan prosedur pengendalian (control procedure). Protokol ini bekerja pada network layer dan berurusan dengan layanan koneksi (connection services).






ok sekian informasi tentang troubleshooting pada network layer, sampai jumpa









Rabu, 25 Oktober 2017

Troubleshooting pada data link layer



Hello semua balik lagi ke blog Ilmu IT, kali ini kami akan memposting artikel baru yaitu Troubleshooting pada data link layer. Di postingan sebelumnya kami telah memposting tentang Troubleshooting pada physical layer, nah untuk yang kedua kita akan posting pada data link layer, lantas bagaimana TS pada data link layer ? kuy kita langsung saja.....................


Troubleshooting pada data link layer

A. Pengertian Data Link Layer





Data link layer adalah lapisan kedua dari bawah dalam model OSI, yang dapat melakukan konversi frame-frame jaringan yang berisi data yang dikirimkan menjadi bit-bit mentah agar dapat diproses oleh lapisan fisik. lapisan yang akan melakukan transmisi data antara perangkat-perangkat jaringan yang saling berdekatan di dalam sebuah wide area network (WAN), atau antara node di dalam sebuah segmen local area network (LAN) yang sama. Protokol lapisan data-link tidak mengimplementasikan fungsi Acknowledgment untuk sebuah frame yang sukses diterima, dan beberapa protokol bahkan tidak memiliki fitur pengecekan kesalahan transmisi (dengan menggunakan checksumming).

B. Fungsi Data Link Layer

Data link layer mempunyai beberapa fungsi yaitu :

Penyediaan interface layanan yang baik bagi network layer
Penentuan pengelompokkan bit dari phisichal layer ke dalam frame
Mengurusi masalah error transmisi  Pengaturan aliran frame pada penerima yang lambat dan pengirim yang cepat  Memindahkan datagram dari satu node ke node berikutnya melalui individual link dalam bentuk frame.  individual link yaitu link antar node mungkin berbeda protokol, misalnya link pertama adalah ethernet, berikutnya frame relay.

itu adalah Fungsi umumnya lantas apa fungsi khususnya ? fungsi khusunya yaitu

Mengubah paket ke dalam bit 1 atau 0 (biner) pada mesin pengirim dan mengembalikan bit-bit ke dalam paket pada mesin penerima.  Menangani frame data di antara Network layer dan Physical layer.  Menerima paket data dari Physical Layer (ke dalam frame data) kemudian dihantarkan ke Network layer.  Bertanggung jawab atas keutuhan frame yang ditransfer ke komputer lain dengan melintasi Physical layer.
C. Layanan Data Link Layer

Adapun layanan pada data link layer adalah sebagai berikut :

Framing : membungkus (encapsulate) datagram ke bentuk frame sebelum ditransmisi
Physical addressing : Jika frame-frame didistribusikan ke sistem lainpada jaringan, maka data link akan menambahkan sebuah header di muka frame untuk mendefinisikan pengirim dan/atau penerima.
flow control : Setiap node memiliki keterbatasan buffer, link layer menjamin pengiriman frame tidak lebih cepat dari pemrosesan frame pada penerima.
Access control : Jika 2 atau lebih device dikoneksi dalam link yang sama, lapisan data link perlu menentukan device yang mana yang harus dikendalikan pada saat tertentu.
Link Access : protokol Media Access Control (MAC) mengatur bagaimana frame ditransmisikan ke dalam link, seperti point-to-point atau broadcast
Reliable Delivery; menjamin pengiriman datagram melalui link tanpa error
Error control : Data link menambah reliabilitas lapisan fisik dengan penambahan mekanisme deteksi dan retransmisi frame-frame yang gagal terkirim.
Error Detection : kesalahan bit akibat atenuasi sinyal atau noise dalam link, tetapi tidak meminta pengiriman ulang frame, dan frame yg salah akan dibuang
Error Correction : link layer tidak hanya mendeteksi, tetapi juga mengkoreksi kesalahan, tidak semua protokol mampu melayani, tergantung protokol yang digunakan.


D. Troubleshooting Data Link Layer
hal-hal yang berkaitan dengan error transmisi, dan pengaturan aliran frame sehingga receiver yang lambat tidak akan terbanjiri oleh pengirim yang cepat.
1. Terjadinya noise pada saluran yang dapat merusak frame
2. Kelancaran proses pengiriman data dari pengirim yang cepat ke penerima yang lambat
Layanan yang disediakan oleh data link layer adalah sebagai berikut :

1. Layanan unacknowledged connectionless

Dimana komputer sumber mengirimkan sejumlah frame ke komputer lain yang
dituju dengan tidak memberikan acknowledgment bagi diterimanya frame-frame
tersebut. Tidak ada koneksi yang dibuat baik sebelum atau sesudah dikirimkannya
frame.

2. Layanan acknowledged connectionless
Setiap frame dikirimkan secara independent dan secara acknowledged, dalam hal ini si pengirim akan mengetahui apakah frame yang dikirimkan ke komputer tujuan telah diterima dengan baik atau tidak.

3. Layanan acknowledged connection-oriented
Dengan layanan ini, komputer sumber & komputer tujuan membuat koneksi sebelum memindahkan datanya. Layanan ini menjamin bahwa setiap frame yang diterima benar-benar hanya sekali & semua frame diterima dalam urutan benar.
Penanganan Kesalahan Transmisi
Dalam usaha menghindari gangguan dapat dilakukan dengan menggunakan tiga cara:
1. Metode Echo
Dimana pengguna komputer dapat melihat proses pertukaran data tersebut melalui layar monitor, dengan tampilnya semua data yang dikirim dan diterima pada layar monitor maka kesalahan dapat segera diketahui.

2. Metode Paritas
Merupakan metode yang menggunakan bit paritas, yaitu bit tambahan (bias 0 atau 1) yang digunakan untuk mendeteksi kesalahan saat sejumlah data dikirimkan atau diterima.
3. Metode Frame Check
Pada metode ini, data yang dikirim akan diperiksa berdasarkan frame-nya, artinya suatu data atau karakter yang dikirim akan diperiksa diantara kedua bit pembentuk frame tersebut.


Error Otomatis
Metode dengan tambahan bit pariti. Terdapat 2 cara :
a. Pariti Ganjil (Odd Parity)
Yaitu bit pariti yang ditambahkan supaya banyaknya bit "1" tiap karakter atau data
ganjil.
b. Pariti Genap (Even Parity)
Yaitu bit pariti yang ditambahkan supaya banyaknya bit "1" tiap karakter atau data
genap.

Kendali Kesalahan
Tujuan dilakukan pengontrolan terhadap error adalah untuk menyampaikan frameframe tanpa error, dalam urutan yang tepat ke lapisan jaringan.

Macam-macam kendali kesalahan (error control) adalah :
1. Stop and Wait ARQ
Stasiun pengirim mengirimkan sebuah frame, kemudian harus menunggu balasan dari penerima. Tidak ada frame data yang dapat dikirimkan sampai stasiun penerima menjawab kedatanganm pada stasiun pengirim.
2. Go-back N ARQ
Aliran frame untuk mekanisme ini ada pada sebuah jalur full-duplex. Misalkan ketika frame 2, 3, 4 ditransmisikan dari stasiun A ke B , sebuah acknowledgment (ACK) dari penerimaan sebelumnya frame 1 mengalir dari B ke A. Kemudian frame 2 diterima dalam kondisi error.

Koreksi Kesalahan Transmisi
Metode ini diantaranya adalah :
 Subtitusi simbol
Bila ada data yang rusak maka komputer penerima mengganti bagian itu dengan karakter lain, sepertu karakter SUB yang berupa tanda tanya terbalik. Jika pemakai menjumpai karakter ini (pada program word-prossessor), maka berarti data yang diterima telah mengalami kerusakan, selanjutnya perbaikan dilakukan sendiri.

 Mengirim data koreksi
Data yang dikirim harus ditambah dengan kode tertentu dan data duplikat. Bila penerima menjumpai kesalahan pada data yang diterima, maka perbaikan dilakukan dengan mengganti bagian yang rusak dengan data duplikat, tetapi cara ini jarang dilakukan.

· Kirim ulang 
Cara ini merupakan cara yang paling simpel, yaitu bila komputer penerima menemukan kesalahan pada data yang diterima, maka selanjutnya meminta komputer pengirim untuk mengirim mengulangi pengiriman data.


mungkin cukup sekian troubleshooting pada jaringan semoga bermanfaat.






Source :


http://troubles11.blogspot.com/2016/10/kd-32-troubleshooting-pada-lapisan-data.html


http://citraayuananda.blogspot.co.id/2012/11/data-link-layer_17.html















d

Selasa, 10 Oktober 2017

Jaringan Nirkabel



Hallo semuanya


Selamat datang di blog saya, di postingan ini kita akan membahas hal tentang berbau ke IT atau pun ke Jaringan, nah utuk itu tanpa basa basi lagi kita langsung saja ke materinya.

A. Pengertian Jaringan Nirkabel
Semuanya apakah kalian tau apa itu "Jaringan Nirkabel" ?
kalau yang tidak tau, Jaringan Nirkabel adalah komunikasi antar sistem komputer tanpa menggunakan kabel atau sering disebut juga Wireless Network.
Jaringan nirkabel biasanya menghubungkan satu sistem komputer dengan sistem yang lain dengan menggunakan beberapa macam media transmisi tanpa kabel seperti gelombang radio, mikro dan infra merah.

B. Sejarah Jaringan Nirkabel
Awal mula bisa adanya jaringan nikabel adalah bermula Pada tahun 1820, Hans Christian Oersted dan Andre-Marie Ampere menemukan elektromagnetisme, yang merupakan manifestasi dari kedua bidang listrik dan magnetik. Lalu pada tahun 1832, Joseph Henry dan Samuel F.B. Morse telah menunjukkan bagaimana listrik bekerja telegrafi, yang merupakan sebuah telegraf yang menggunakan sinyal listrik yang disampaikan melalui saluran telekomunikasi atau radio. Pada 13 May 1997, Marconi ini sukses memancarkan sinyal telegrafi pertama dengan pesan "Apakah Anda Bersedia?" yang melewati Selat Inggris yang dimana Marconi baru berumur 22tahun. dan keberhasilan ini menjadi sejarah jaringan wireless yang titik awal revolusi teknologi telekomunikasi tanpa kabel atau Wireless.

C. Jenis - Jenis Jaringan Nirkabel

WPAN (Wireless Personal Area Network)

WPAN adalah Jaringan nirkabel yang jangkauan area nya kecil atau beberapa meter saja contohnya adalah bluetooth. Bluetooth adalah peralatan yang digunakan untuk menghubungkan perangkat satu dengan perangkat lainnya dan berfungsi untuk media komunikasi antar perangkat sehingga mempermudah pengiriman atau sharing file, audio bahkan video. Bluetooth, juga memakai teknologi IEEE 802.15.1, yang memiliki keuntungan menjadi sangat hemat energi, yang membuatnya sangat cocok untuk digunakan dalam perangkat kecil.



2. WLAN (Wireless Local Area Network)
apa itu Wlan ?
Wlan adalah jaringan komputer yang menggunakan gelombang radio sebagai media transmisi data. Atau yang kita kenal saat ini adalah WIFI ini memiliki jangkauan lebih baik dibanding dengan WPAN. Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian adalah sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru.

3. WWAN (Wireless Wide Area Network)

Wireless Wide Area Network adalah jaringan yang memiliki jarak yang sangat luas, karena radiusnya mencakup sebuah negara dan benua. Kecepatan transmisinya beragam dari 2Mbps, 34 Mbps, 45 Mbps, 155 Mbps, sampai 625 Mbps bahkan bisa lebih.
pada dasarnya WWAN adalah transmisi data melalui teknologi wifi jarak jauh, dan topologinya terhubung dengan jalur backbone internet suatu Isp.


D. Standarisasi Nirkabel Wireless


802.11 : Standar dasar WLAN mendukung transmisi data 1 Mbps hingga 2 Mbps

802.11a : Standar High Speed WLAN 5GHz band transfer data up to 54 Mbps

802.11b : Standar WLAN untuk 2.4GHz ? transmisi data 5,4 hingga 11 Mbps

802.11e : Perbaikan dari QoS (Quality of Service) pada semua interface radio IEEE WLAN

802.11f : Mendefinisikan komunikasi inter-access point untuk memfasilitasi vendor yang mendistribusikan WLAN

802.11g : Menetapkan teknik modulasi tambahan untuk 2,4 GHz band, untuk kecepatan transfer data hingga 54 Mbps.

802.11h : Mendefinisikan pengaturan spectrum 5 GHz band yang digunakan di Eropa dan Asia Pasifik

802.11i : Menyediakan keamanan yang lebih baik. Penentuan alamat untuk mengantisipasi kelemahan keamanan pada protokol autentifikasi dan enkripsi

802.11j: Penambahan pengalamatan pada channel 4,9 GHz hingga 5 GHz untuk standar 802,11a di Jepang


E. Kelebihan dan Kekurangan Jaringan Nirkabel


Kelebihan :

Bisa digunakan kapan saja dan dimana saja
kemudahan instalasi
fleksibel dan bisa menjangkau tempat yang tak terjangkau
bisa menghemat biaya penggunaan kabel


Kekurangan

Transmit data nya tidak seperti kabel yang dapat sampai puluhan Mb
Alatnya mahal
Sinyal yang kadang putus












Referensi


lhttp://agustinaps99.blogspot.co.id/2016/08/jenis-jenis-jaringan-nirkabel.html


http://matadc.blogspot.co.id/2016/10/jenis-jenis-teknologi-jaringan-nirkabel.html


http://estriadiningrum.blogspot.co.id/2015/11/kelebihan-dan-kelemahan-jaringan-kabel.html


http://iyandarmadi.blogspot.co.id/2012/11/sejarah-jaringan-nirkabel.html








Pengertian IDS