Jumat, 08 Desember 2017

Pengertian IDS



Assalamu'alaikum

Kembali lagi bersama kami di blog Ilmu IT, kali ini kita akan memposting tentang apa itu IDS. jadi langsung aja gans.


PENGERTIAN IDS

     A. Apa itu IDS

        IDS (Intrusion Detection System) adalah perangkat atau software aplikasi yang memonitor suatu jaringan atau system untuk mendeteksi aktivitas jahat dan pelanggaran kebijakan. segala aktivitas atau pelanggaran kebijakan yang terdeteksi biasanya akan dilaporkan kepada administrator atau dikumpulkan secara terpusat menggunakan SIEM (Security Information and Event Management). IDS juaga merupakan teknologi keamanan jaringan yang awalnya dibangun untuk mendeteksi eksploitasi kerentanan terhadap aplikasi target atau komputer.

IDS hanya perlu mendeteksi ancaman dan karena itu ditempatkan di luar jaringan pada infrastruktur jaringan, yang berarti bahwa itu tidak berada dalam jalur komunikasi real-time yang sebenarnya antara pengirim dan penerima informasi.

Seperti yang dijelaskan, IDS juga merupakan perangkat pendengar saja. IDS memantau lalu lintas dan melaporkan hasilnya ke administrator, namun tidak dapat secara otomatis mengambil tindakan untuk mencegah eksploitasi yang terdeteksi dari mengambil alih sistem. Penyerang mampu mengeksploitasi kerentanan dengan sangat cepat begitu mereka memasuki jaringan, menjadikan IDS sebagai pengarsipan yang tidak memadai untuk perangkat pencegahan.

     B. Jenis - Jenis IDS

     1. NIDS (Network Intrusion Detection System) 
        
        IDS jenis ini ditempatkan disebuah tempat/ titik yang strategis atau sebuah titik didalam sebuah jaringan untuk melakukan pengawasan terhadap traffic yang menuju dan berasal dari semua alat-alat (devices) dalam jaringan. Idealnya semua traffic yang berasal dari luar dan dalam jaringan di lakukan di scan, namun cara ini dapat menyebabkan bottleneck yang mengganggu kecepatan akses di seluruh jaringan.
Hasil gambar untuk NIDS





      2. HIDS (Host Intrusion Detection System) 
          
          IDS tipe ini berjalan pada host yang berdiri sendiri atau perlengkapan dalam sebuah jaringan. Sebuah HIDS melakukan pengawasan terhadap paket-paket yang berasal dari dalam maupun dari luar hanya pada satu alat saja dan kemudian memberi peringatan kepada user atau administrator sistem jaringan akan adanya kegiatankegiatan yang mencurigakan yang terdeteksi oleh HIDS.










    3. Signature Based

       IDS yang berbasis pada signature akan melakukan pengawasan terhadap paket-paket dalam jaringan dan melakukan pembandingan terhadap paket-paket tersebut dengan basis data signature yang dimiliki oleh sistem IDS ini atau atribut yang dimiliki oleh percobaan serangan yang pernah diketahui. Cara ini hampir sama dengan cara kerja aplikasi antivirus dalam melakukan deteksi terhadap malware.





    4. Anomaly Based 

        IDS ini akan mengawasi traffic dalam jaringan dan melakukan perbandingan traffic yang terjadi dengan rata-rata traffic yang ada (stabil). Sistem akan melakukan identifikasi apa yang dimaksud dengan jaringan “normal” dalam jaringan tersebut, berapa banyak bandwidth yang biasanya digunakan di jaringan tersebut, protolkol apa yang digunakan, port-port dan alat-alat apa saja yang biasanya saling berhubungan









    5. Passive IDS 

        IDS jenis ini hanya berfungsi sebagai pendeteksi dan pemberi peringatan. Ketika traffic yang mencurigakan atau membahayakan terdeteksi oleh IDS maka IDS akan membangkitkan sistem pemberi peringatan yang dimiliki dan dikirimkan ke administrator atau user dan selanjutnya terserah kepada administrator apa tindakan yang akan dilakukan terhadap hasil laporan IDS.






    C. Tipe Dasar IDS

        · Rule-based systems : berdasarkan atas database dari tanda penyusupan atau serangan yang        telah dikenal. Jika IDS mencatat lalu lintas yang sesuai dengan database yang ada, maka langsung dikategorikan sebagai penyusupan. 

        · Adaptive systems: mempergunakan metode yang lebih canggih. tidak hanya berdasarkan database yang ada, tetapi juga membuka kemungkinan untuk mendeteksi terhadap bentuk-bentuk penyusupan yang baru. 

Bentuk yang sering digunakan untuk komputer secara umum adalah rule-based systems. pendekatan yang digunakan dalam rule-based systems ada 2, yaitu pendekatan pencegahan (preemptory) dan pendekatan reaksi (reactionary). Perbedaannya hanya masalah waktu saja. Pada pendekatan pencegahan, program pendeteksi penyusupan akan memperhatikan semua lalu lintaas jaringan. Jika ditemukan paket yang mencurigakan maka program akan melakukan tindakan yang perlu. Pada pendekatan reaksi, program pendeteksi penyusupan, hanya mengamati file log. Jika ditemukan paket yang mencurigakan program juga akan melakukan tindakan yang perlu.




 OK sekian dari kami jika ada kritik dan saran tolong sertakan di kolom komentar atau jika kalian ingin kami memposting tentang suatu hal silahkan beritahu kami di kolom komentar atau kirim saja via email

TERIMAKASIH

Troubleshooting pada physical layer



Halo semuanya

selamat datang di blog Ilmu IT, dipostingan kali ini kita akan membahas tentang "Troubleshooting pada physical layer". Nah sebelumnya apakah ada yang tau apa itu "Troubleshooting" ?


Troubleshooting adalah pencarian sumber masalah secara sistematis sehingga masalah tersebut dapat diselesaikan. Nah troubleshooting kali ini adalah troubleshooting pada bagian physical layer, bagaimana sih troubleshooting pada physical layer itu ? so langsung aja ya !!!!




A. APA ITU PHYSICAL LAYER

Physical layer adalah lapisan pertama dalam model referensi jaringan OSI (lapisan ini merupakan lapisan terendah) dari tujuh lapisan lainnya. Lapisan ini mendefinisikan antarmuka dan mekanisme untuk meletakkan bit-bit data di atas media jaringan (kabel, radio, atau cahaya). Selain itu, lapisan ini juga mendefinisikan tegangan listrik, arus listrik, modulasi, sinkronisasi antar bit, pengaktifan koneksi dan pemutusannya, dan beberapa karakteristik kelistrikan untuk media transmisi


B. FUNGSI PHYSICAL LAYER

Fungsi pertama dari physical layer adalah menjadi layer atau lapisan penghubung yang menghubungkan langsung sebuah jaringan komputer dengan perangkat keras jaringan komputer. Selain itu fungsi lainnya adalah melakukan defini terhadap transmisi jaringan.





C.TROUBLESHOOTING PADA PHYSICAL LAYER






Pada Physical layer ini erat kaitannya dengan konektivitas fisik dari perangkat jaringan. Lalu apa saja sih masalahnya ? ini beberapa masalah pada layer physical :
Daya perangkat dicabut
Koneksi jaringan kabel yang longgar
Kartu NIC rusak dll.


Physical Layer juga memiliki tujuan utama, seperti.

Menspesifikasikan standar untuk berinteraksi dengan media jaringan.
Menspesifikasikan kebutuhan media untuk jaringan.
Menetukan karakteristik kabel untuk menghubungkan komputer dengan jaringan.
Mentransfer dan menentukan bagaimana bit data dikodekan.
Format sinyal electrical untuk transmisi lewat media jaringan.


Untuk memecahkan masalah pada Layer physical, periksa dulu bahwa semua perangkat listrik telah menyala.Jika ada LED yang menampilkan status keterhubungan, memverifikasi dengan pelanggan bahwa mereka sedang menandakan secara benar. Secara visual memeriksa semua pemasangan kabel jaringan dan menyambung kembali kabel untuk memastikan koneksi yang benar. Jika masalahnya adalah dengan nirkabel, pastikan titik akses nirkabel operasional dan bahwa pengaturan nirkabel dikonfigurasi dengan benar.


Selain itu ada masalah jaringan pada layer physical.


masalah jaringan pada layer physical meliputi:


§ Performance lower than baseline – Alasan paling umum untuk kinerja lambat atau miskin termasuk kelebihan beban atau kurang bertenaga server, cocok switch atau router konfigurasi, kemacetan lalu lintas pada link berkapasitas rendah, dan hilangnya bingkai kronis.


§ Loss of Connectivity – Jika kabel atau perangkat gagal; gejala yang paling jelas adalah hilangnya konektivitas antara perangkat yang berkomunikasi melalui link yang atau dengan perangkat gagal atau antarmuka. Hal ini ditunjukkan dengan tes ping sederhana. Kehilangan akses dapat menunjukkan sambungan yang longgar atau teroksidasi.


§ Network bottlenecks or congestion – Jika router, interface, atau kabel gagal, protokol routing dapat mengarahkan lalu lintas ke rute lain yang tidak dirancang untuk membawa kapasitas tambahan. Hal ini dapat mengakibatkan kemacetan atau hambatan dalam bagian-bagian dari jaringan.


§ High CPU utillzation rates – tingkat pemanfaatan CPU yang tinggi merupakan gejala bahwa perangkat, seperti router, switch, atau server, beroperasi pada atau melebihi batas desain. Jika tidak ditangani dengan cepat, CPU overloading dapat menyebabkan perangkat untuk menutup atau gagal.


§ Console error messages – Pesan kesalahan dilaporkan pada konsol perangkat menunjukkan masalah layer fisik.






Ketika troubleshooting adalah suatu masalah, teknisi harus segera memberi tahu melewati setiap langkah, apa yang harus dicari, dan apa yang harus dilakukan Jika suatu kesalahan ditemukan, serta harus bisa memberikan suatu solusi agar masalah tersebut tidak terulang kembali atau setidaknya meminimalisir.






oke postingan kali ini semoga bermanfaat dan berguna bagi pembaca, dan kalo ada saran tentang apa yang harus saya bahas di blog ini kirim saja komentarnya ya nanti insya allah saya akan bahas.


Terimakasih






Sumber


http://www.yanuanda.id/2016/05/fungsi-physical-layer-jaringan-komputer.html


http://ahmadypia1.blogspot.co.id/2017/02/lapisan-lapisan-pada-layer-osi-serta.html


http://troubles88.blogspot.co.id/2015/11/troubleshooting-pada-physical-layer.html

Pengertian IDS